Selasa, 11 Agustus 2020

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA UNTUK KELAS 9 SEMESTER 1

 

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA

 

Pembelahan sel sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Ada tiga alasan penting sel mengalami pembelahan, yaitu untuk pertumbuhan, perbaikan, dan reproduksi.

Menurut teori sel, semua sel hidup berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya (omnis cellula e cellula). Teori ini dinyatakan oleh Rudolf Virchow pada tahun 1855. Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah ada sebelumnya dapat terjadi melalui proses pembelahan

sel. Pembelahan sel dibedakan menjadi pembelahan mitosis dan meiosis.

Kromosom adalah materi genetik yang berperan dalam pewarisan sifat

 1.    Pembelahan mitosis

Pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anakan yang mempunyai karakter sama dengan sel induk. Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah 2n atau disebut dengan diploid. Sel diploid adalah sel yang kromosomnya berpasangan (2n). Tahapan pada pembelahan mitosis, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Pembelahan ini terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik) makhluk hidup.

2.   Pembelahan meiosis

Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anakan yang memiliki kromosom haploid (n) yang berasal dari sel induk diploid (2n). Sel haploid adalah sel yang kromosomnya tidak berpasangan (n). Pembelahan meiosis berlangsung dalam dua tingkat, yaitu meiosis I dan meiosis II. Tahapan pembelahan pada meiosis I yaitu, profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I. Tahapan pembelahan pada meiosis II yaitu, profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II. Pembelahan ini hanya terjadi pada sel kelamin.



Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi pada Manusia

1.    Organ Reproduksi pada Laki-Laki

Struktur organ reproduksi manusia terdiri atas organ reproduksi atau alat kelamin luar dan dalam. Alat kelamin luar merupakan alat kelamin yang terletak pada bagian luar tubuh atau dapat diamati secara langsung. Alat kelamin dalam merupakan alat kelamin yang terletak pada bagian dalam tubuh dan tidak dapat diamati secara langsung.

   Pada laki-laki, alat kelamin luar adalah penis dan skrotum, dan alat kelamin dalam meliputi testis, saluran sperma (tersusun atas epididimis, vas deferens, dan uretra), dan kelenjar reproduksi (terdiri atas vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper atau bulbouretra).

Pada anak laki-laki yang berusia 13 atau 14 tahun, testis mulai memproduksi sel kelamin laki-laki yang disebut sperma dan hormon testosteron. Proses pembentukan sperma ini disebut spermatogenesis. Spermatogenesis terjadi di testis. Proses pembentukan sperma bermula dari sel induk sperma atau spermatogonium (2n). Selanjutnya, sel spermatogonium membelah secara mitosis membentuk sel spermatosit primer (2n). Spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk dua sel spermatosit sekunder (n). Setiap sel spermatosit sekunder melanjutkan pembelahan meiosis membentuk dua sel spermatid. Selanjutnya, spermatid mengalami diferensiasi atau perkembangan menjadi spermatozoa.

Hormon testosteron memiliki banyak fungsi, antara lain: mengatur perkembangan dan fungsi alat kelamin laki-laki, serta mengatur perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder laki-laki. Hormon testosteron ini mulai aktif saat anak laki-laki memasuki masa pubertas.

2.  Organ Reproduksi pada Perempuan

Pada perempuan alat kelamin luar adalah vulva dan labium, sedangkan yang termasuk alat kelamin dalam yaitu ovarium dan saluran kelamin yang terdiri atas saluran telur (tuba fallopii), rahim (uterus), dan vagina.

Sel kelamin perempuan disebut ovum atau sel telur. Proses pembentukan sel telur disebut oogenesis. Oogenesis terjadi di ovarium. Oogenesis dimulai pada saat seorang perempuan berada dalam kandungan. Sel primordial akan membelah secara mitosis membentuk oogonium (2n). Oogonium membelah secara mitosis membentuk oosit primer (2n). Oosit primer akan membelah secara meiosis I dan menghasilkan dua sel yang ukurannya tidak sama, yaitu oosit sekunder (berukuran besar) dan polosit atau badan polar primer (berukuran kecil). Oosit sekunder akan melanjutkan pembelahan yaitu meiosis II sehingga terbentuk ootid dan badan polar sekunder. Begitu pula badan polar primer, akan membelah menghasilkan dua badan polar sekunder. Pada akhirnya ootid akan berkembang menjadi ovum.

Setiap bulan ovum yang matang akan dilepaskan. Proses pelepasan sel telur dari indung telur (ovarium) disebut ovulasi. Biasanya setiap ovarium bergiliran melepaskan ovum (sel telur) setiap bulan.

Ovarium   menghasilkan   hormon   perempuan   yaitu   estrogen   dan progesteron. Hormon ini mengatur siklus menstruasi dan juga mengatur perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan.

Menstruasi merupakan suatu keadaan alami pada perempuan, yang ditandai dengan keluarnya darah, cairan jaringan, lendir, dan sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim. Menstruasi terjadi apabila sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma.

Siklus menstruasi dibagi menjadi beberapa fase sebagai berikut.

1)    Fase pertama adalah fase menstruasi. Pada fase ini hormon follicle stimulating hormone (FSH) memicu berkembangnya folikel dalam ovarium. Pada proses perkembangan folikel, ada beberapa folikel yang berkembang, tetapi hanya ada satu folikel yang dapat terus berkembang tiap bulannya. Pada saat ini, dinding rahim luruh dan seorang perempuan mengalami menstruasi.

2)   Fase kedua adalah fase proliferasi. Fase ini ditandai dengan menebalnya dinding rahim. Penebalan dinding rahim ini dipicu oleh hormon estrogen dan hormon progesteron yang dihasilkan oleh folikel pada saat awal perkembangannya.

3)   Fase ketiga adalah fase sekretori. Fase ini terjadi setelah folikel melepaskan sel telur dan berubah menjadi korpus luteum. Jika pada saat itu sel telur tidak dibuahi oleh sperma (tidak terjadi fertilisasi), akan dikirimkan sinyal tertentu pada korpus luteum untuk tidak memproduksi hormon estrogen dan progesteron lagi. Dengan demikian, pada fase ini jumlah hormon estrogen dan progesteron pada perempuan rendah. Rendahnya hormon estrogen dan progesteron mengakibatkan jaringan penyusun dinding rahim rusak dan pembuluh darah yang ada pada dinding rahim pecah, sehingga perempuan akan mengalami menstruasi.

Fertilisasi merupakan proses peleburan inti sel   sperma dengan inti sel telur sehingga membentuk zigot. Proses fertilisasi ini terjadi di dalam  tuba  fallopii.  Setelah  terjadi  fertilisasi,  zigot  yang  terbentuk akan melakukan pembelahan dan berkembang menjadi embrio yang selanjutnya tertanam ke dalam endometrium (mengalami implantasi), pada kondisi ini seseorang mengalami kehamilan.

Perkembangan embrio dalam kandungan dapat dibagi menjadi beberapa periode, yaitu trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga.

Penyakit yang terjadi pada sistem reproduksi manusia antara lain gonore, sifilis, herpes simplex genitalis, HIV/AIDS, keputihan, dan epididimitis.

Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor penyebab penyakit adalah kurang menjaga kebersihan organ reproduksi. Apabila kebersihan organ reproduksi kurang dijaga, akan dapat terjangkit penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, atau pun parasit lain.

Penyakit yang terjadi pada sistem reproduksi manusia antara lain gonore, sifilis, herpes simplex genitalis, HIV/AIDS, keputihan, dan epididimitis.

Upaya Pencegahan Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

1.    Menggunakan celana dalam yang berbahan katun dan bertekstur lembut. Hindari bahan yang bersifat panas, kurang menyerap keringat dan berbahan ketat (misalnya jeans).

2.    Biasakan membilas dengan bersih organ reproduksi setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar.

3.    Mengganti celana dalam 2 – 3 kali sehari.

4.    Memotong rambut yang ada di daerah organ reproduksi apabila sudah panjang, karena apabila terlalu panjang akan menjadi sarang kuman.

5.    Bagi perempuan, apabila sedang mengalami menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin. Pada saat aliran darah banyak, kamu dapat menggantinya minimal 2-3 jam sekali.

6.    Bagi perempuan, hindari menggunakan sabun pembersih daerah kewanitaan dan pantyliner secara terus menerus. Penggunaan sabun pembersih daerah kewanitaan akan mengubah pH vagina dan akan membunuh bakteri baik (flora normal) dalam vagina, yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur.

7.    berolahraga dan banyak mengonsumsi buah dan sayur.

 

Faktor yang dapat menyebabkan penyakit pada sistem reproduksi:

1.      pergaulan bebas

2.      penggunaan narkoba.

3.    transfusi darah yang sudah terinfeksi penyakit atau diturunkan dari orangtua yang sudah terinfeksi melalui proses kehamilan.

Agar dapat mencegah terjadinya penyakit pada sistem reproduksi yang disebabkan oleh faktor tersebut, kamu harus dapat menjaga pergaulan dan memilih gaya hidup yang sehat. Selain itu, gunakan internet secara arif dan bijaksana, dengan tidak mengakses situs-situs yang menyediakan gambar atau film porno, yang secara pelan tapi pasti akan mendorong kamu pada pergaulan bebas yang sangat rentan dengan penularan penyakit seksual. Hal lain yang dapat kamu lakukan adalah menjauhkan diri dari penggunaan narkoba, karena ini merupakan cara lainnya yang dapat menjadikan kamu penderita penyakit seksual. Gunakan waktu luangmu untuk menyalurkan hobi atau kegiatan yang positif, sehingga kamu dapat berprestasi dan terhindar dari pergaulan yang tidak sehat.

Kamu juga dapat melakukan eksplorasi berbagai jenis penyakit pada sistem reproduksi serta penyebab dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Kegiatan ini dapat kamu lakukan dengan bimbingan guru IPA di sekolah. Kunjungi seminar-seminar kesehatan yang membahas masalah kesehatan reproduksi remaja untuk mendapat informasi yang tepat dan sesuai. Tidak menutup kemungkinan kamu juga dapat mengadakan acara diskusi kesehatan reproduksi dengan mengundang para dokter atau narasumber yang memahami tentang HIV/AIDS. Kamu juga dapat bertanya pada dokter, orang tua, dan anggota keluarga yang lain. Banyaklah bertanya mengenai cara menjaga organ reproduksi dari serangan penyakit. Hal ini dapat menghindari kamu dari sumber informasi yang salah, misalnya informasi dari dunia maya yang belum tentu semuanya layak untuk anak seusia kamu.


Sabtu, 08 Agustus 2020

OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA KELAS 7 IPA SMP

 

OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA

Penyelidikan ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses yang harus dikuasai, antara lain seperti berikut:

1.      Pengamatan. Menggunakan pancaindra, termasuk melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi.

2.      Membuat inferensi. Merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan. Penjelasan ini digunakan untuk menemukan pola-pola atau hubungan antar aspek yang diamati dan membuat perkiraan.

3.      Mengomunikasikan. Mengomunikasikan hasil penyelidikan baik lisan maupun tulisan. Hal yang dikomunikasikan termasuk data yang disajikan dalam bentuk table, grafik, bagan dan gambar yang relevan.

Kegunaan mempelajari IPA adalah:

1.      dapat memahami berbagai hal disekitar kita, misalnya mengapa matahari bersinar, mengapa terjadi siang dan malam serta hal lain yang kita alami setiap hari

2.      Meningkatkan kualitas hidup. misalnya apakah bunga yang ditanam akan tumbuh?

3.      menyelesaikan masalah. misalnya bagaimana mendapatkan air bersih dari air keruh?

4.      Berpikir logis dan sistematis. misalnya jika memperoleh data seperti ini, apa kesimpulannya.

Penyelidikan tentang alam telah menghasilkan kumpulan pengetahuan yang demikian kompleks. Untuk memudahkan, pengetahuan-pengetahuan tersebut digolongkan menjadi empat (4), yaitu.

1.      Fisika, mempelajari  tentang aspek  mendasar alam,  misalnya  materi, energi, gaya, gerak, panas, cahaya, dan berbagai gejala alam fisik lainnya.

2.      Kimia, meliputi penyelidikan tentang penyusun  dan perubahan zat.

3.      Biologi, mempelajari  tentang sistem kehidupan  mulai dari ukuran renik sampai dengan lingkungan yang sangat luas.

4.      Ilmu Bumi dan Antariksa,  mempelajari  asal mula bumi, perkembangan dan keadaan saat ini, bintang-bintang,  planet-planet,  dan  berbagai benda langit lainnya.

Pengukuran

besaran adalah Segala sesuatu yang dapat diukur

mengukur merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan

Besaran Pokok

satuan baku yaitu satuan yang disepakati bersama

besaran pokok yaitu Besaran yang satuannya didefinisikan

Besaran Pokok dan Satuannya (dalam Sistem SI)

Besaran Pokok

Satuan

Simbol Satuan

Alat ukur

Panjang

meter

m

Mistar, Jangka sorong, mikrometer sekrup

Massa

kilogram

kg

Neraca, timbangan

Waktu

sekon

s

Stopwatch

Kuat Arus

ampere

A

Amperemeter

Suhu

kelvin

K

termometer

Jumlah Zat

mol

mol

 

Intensitas Cahaya

candela

cd

Lightmeter

 

SI singkatan dari Sistem Internasional. Sistem Metrik dipergunakan dan diresmikan sebagai Sistem Internasional. Penamaan ini berasal dari bahasa Prancis, Le Systeme Internationale d’Unites

Awalan Satuan (dalam SI) dan Kelipatannya

Awalan

Simbol

Kelipatan

Contoh

Tera

T

1012

5 Mwatt = 5.000.000 watt

1 km = 103 m

1 cm = 10-2 m

Giga

G

109

Mega

M

106

kilo

k

103

hekto

h

102

deka

da

10

desi

d

10-1

senti

c

10-2

mili

m

10-3

mikro

µ

10-6

nano

n

10-9

Satu meter standar (baku) sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299.792.458 sekon

Satu kilogram standar  (baku) sama dengan massa   sebuah   silinder  yang  terbuat  dari  campuran   platinumiridium   yang disimpan di Sevres, Paris, Prancis. Massa 1 kg setara dengan 1 liter air pada suhu 4oC.

Satu sekon standar (baku) adalah waktu yang dibutuhkan atom Cesium untuk bergetar 9.192.631.770 kali

Besaran Turunan

Disebut besaran turunan karena besaran-besaran tersebut dapat diturunkan dari besaran-besaran pokoknya

Contoh besaran turunan

No

Nama Besaran Turunan

Lambang

Rumus

Satuan

1

Luas

A

panjang x lebar

m2

2

Volume

V

panjang x lebar x tinggi

m3

3

massa jenis

rho

massa/volume

kg/m3

4

kecepatan

v

perpindahan/waktu

m/s

5

percepatan

a

kecepatan/waktu

m/s2

6

Gaya

F

massa x percepatan

Newton (N) = kg.m/s2

7

Usaha, Energi

W

gaya x perpindahan

Joule (J) = kg.m2/s2

8

Tekanan

P

gaya/luas

Pascal (Pa) = N/m2

 

 

SOAL LATIHAN STRUKTUR BUMI DAN PERKEMBANGANNYA

STRUKTUR BUMI DAN PERKEMBANGANNYA 1.       Jelaskan lapisan Bumi berikut ini! Lapisan Bumi Apa saja yang ada di dalamny...